Hai Jelita, bolehkah kupandang dirimu lekat-lekat?
Merangkul tiap jengkal lekuk tubuhmu
Meresapi indahnya tiap bentuk yang ada di dirimu
Menatapi gerak-gerik kecilmu
Hai Cantik, bolehkah kucuri pandanganmu?
Hingga aku terpuaskan akan cahaya dari kedua bola matamu
Yang memancarkan kejernihan bak air danau yang bening
Yang menenggelamkanku dalam lamunan
Menghanyutkanku dalam angan-angan tanpa batas
Hai Manis, bolehkah kukecup bibir manismu?
Mencecap eloknya kedua lekuk indah yang menggoda itu
Menikmati tepian manis yang tertarik ketika engkau tersenyum
Yang menggodaku untuk melangkah setiap kali ia mengembang
Hai Cinta, kiranya boleh aku memeluk erat tatapanmu
Mengagumi bola matamu yang terbuka lebar menyambut dunia
Meneguk cantiknya tiap ukiran di wajahmu yang menyegarkanku
Sungguh, bayang wajahmu selalu mampu menyimpulkan senyum untukku
Hai Gadis yang selalu membuatku berdebar
Hai Jelita yang selalu membuatku kebingungan
Hai Cantik yang terus membuatku terkagum
Hai Manis yang mencuri hatiku
Ijinkanlah aku melangkah lebih jauh
Ijinkanlah aku mendekatkan diri
Ijinkan aku memuaskan hasratku kepadamu hai Cinta
Hai Dara Manis, tersenyumlah padaku!
Haus aku akan tingkah lakumu
Begitu besar inginku untuk melahap sosokmu
Ah, seandainya saja dapat kukecup dirimu malam ini
Tampilkan postingan dengan label Speak love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Speak love. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Agustus 2013
Minggu, 18 September 2011
Untuk Aku, yang lain
Apa yang bisa kita bagikan untuk anak cucu kita nanti? Pernahkah terpikir apa yang akan kita wariskan kepada mereka saat usia mereka menjadi dewasa? Saat seusia kita saat ini, mungkinkah mereka melangkah mengikuti kita? Terjatuh ke dalam jurang yang sama. Seperti kambing-kambing yang melakukan bunuh diri massal dengan melompat ke jurang. Kegagalan demi kegagalan, setiap luka yang telah kita terima, berbagai langkah bodoh yang kita ambil, demi kesenangan sesaat, dan setiap paradigma konyol yang kita ciptakan. Perlukah mereka melalui itu semua? Semua kembali ke titik nol. Manusia tidak pernah berubah, semakin hari semakin buruk. Setiap generasi yang ada bukan membaik tetapi mempersulit keadaan hingga di titik dimana mereka tidak bisa kembali.
"Aku terluka! Aku merasakan sakit! Aku diperlakukan tidak adil! Aku tidak terima diperlakukan begini! Semua melakukannya, kenapa Aku tidak boleh? Aku ingin orang lain merasakan yang aku rasakan! Aku, aku, aku!"
Persetan dengan Aku. Ya, aku terluka lantas apa? Apa itu berarti Aku berhak menyakiti orang lain hingga lebih parah dari diriku? Lalu apa bedanya Aku dengan orang yang telah membuatku terluka?
Aku merasakan sakit! Oh, sakit? Bagus lah, setidaknya Aku masih memiliki perasaan. Karena aku tahu mana perlakuan yang membuatku sakit dan mana yang tidak, bukan kah itu sesuatu yang perlu disyukuri?
Aku diperlakukan tidak adil! Memangnya siapakah Aku hingga dapat menentukan keadilan itu? Apa itu bukan dari perspektif Aku saja? Hasil dari pemahaman yang tidak utuh dari keadaan dan kondisi yang ada.
Semua melakukannya, kenapa Aku tidak boleh?! Bukan kah tindakan itu tidak baik? Bukan kah apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang disebut salah? Lalu, kenapa Aku mau melakukan kesalahan itu? Setiap Aku melakukan sesuatu yang salah akan ada yang terluka. Pahit.
Aku ingin orang lain merasakan apa yang Aku rasakan! Kalau begitu datanglah dan bercerita. Tidak baik menyembunyikannya sendiri. Kesesakkan akan mencekik secara perlahan hingga akhirnya Aku kehilangan perasaaan dan memandang orang lain tidak seperti semestinya. Menambah jumlah mata rantai yang perlu diputus.
Mata rantai kesakitan. Kepedihan dan Kesakitan selalu ada, tapi selalu ada sisi positif dari semuanya itu. Sebuah cerita yang perlu Aku bagikan untuk temanku yang tengah kesakitan. Kekuatan bagi mereka yang lelah berharap.
Hidup tidak berhenti ketika Aku terjatuh terjelembab. Hidup tidak akan berhenti sebelum Aku menyerah. Hidup lah, untuk sosok Aku yang lainnya. Aku yang membutuhkan orang untuk memahami perasaannya. Aku yang kesakitan, terluka, dan merasa diperlakukan tidak adil. Hidup lah dan katakan bagaimana Aku dapat selamat hingga ke tempat ini,bertemu sosok Aku yang lainnya.
"Aku terluka! Aku merasakan sakit! Aku diperlakukan tidak adil! Aku tidak terima diperlakukan begini! Semua melakukannya, kenapa Aku tidak boleh? Aku ingin orang lain merasakan yang aku rasakan! Aku, aku, aku!"
Persetan dengan Aku. Ya, aku terluka lantas apa? Apa itu berarti Aku berhak menyakiti orang lain hingga lebih parah dari diriku? Lalu apa bedanya Aku dengan orang yang telah membuatku terluka?
Aku merasakan sakit! Oh, sakit? Bagus lah, setidaknya Aku masih memiliki perasaan. Karena aku tahu mana perlakuan yang membuatku sakit dan mana yang tidak, bukan kah itu sesuatu yang perlu disyukuri?
Aku diperlakukan tidak adil! Memangnya siapakah Aku hingga dapat menentukan keadilan itu? Apa itu bukan dari perspektif Aku saja? Hasil dari pemahaman yang tidak utuh dari keadaan dan kondisi yang ada.
Semua melakukannya, kenapa Aku tidak boleh?! Bukan kah tindakan itu tidak baik? Bukan kah apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang disebut salah? Lalu, kenapa Aku mau melakukan kesalahan itu? Setiap Aku melakukan sesuatu yang salah akan ada yang terluka. Pahit.
Aku ingin orang lain merasakan apa yang Aku rasakan! Kalau begitu datanglah dan bercerita. Tidak baik menyembunyikannya sendiri. Kesesakkan akan mencekik secara perlahan hingga akhirnya Aku kehilangan perasaaan dan memandang orang lain tidak seperti semestinya. Menambah jumlah mata rantai yang perlu diputus.
Mata rantai kesakitan. Kepedihan dan Kesakitan selalu ada, tapi selalu ada sisi positif dari semuanya itu. Sebuah cerita yang perlu Aku bagikan untuk temanku yang tengah kesakitan. Kekuatan bagi mereka yang lelah berharap.
Hidup tidak berhenti ketika Aku terjatuh terjelembab. Hidup tidak akan berhenti sebelum Aku menyerah. Hidup lah, untuk sosok Aku yang lainnya. Aku yang membutuhkan orang untuk memahami perasaannya. Aku yang kesakitan, terluka, dan merasa diperlakukan tidak adil. Hidup lah dan katakan bagaimana Aku dapat selamat hingga ke tempat ini,bertemu sosok Aku yang lainnya.
Selasa, 17 Mei 2011
A message, from love
Have you ever wait for someone till you are just too tired to waiting? The time feels so slow, the silent killing you inside. The sun slowly fall out in to darkness, the moon rising and you still there waiting. Wandering how will he/she come, how long you have to wait, what kind of clothes he/she would wear. No matter who it is, you just hope so he/she come fast. Not wanna wait any much longer, not wanna hold any longer. But then, a message come.
Have you ever feel that no one would come to see you? Sit right beside you, hear all of your story. Wiping all of your tears, laugh with you. Open a new world for you, walk side-by-side with you. Holding hands together. Then, days just passing you through. Every second in your life. You start to feel that, there is no one out there. OK, everyone just fine. Throwing hope, and giving yourself two option. Go single in your whole life or grab anyone to love you. But then again, a message come to your cell.
Have you ever thought that it is too late to talk bout love? You become older and older in every second in your life. Become too busy to talk bout it. Slowly, your faith just fading. I am looking for a true love! You say. Like a fairytale, waiting for a prince with his white horse, finding princess to be saved from evil villain.But, nowadays, it's just a fairytale. You think. Start to believe, there is no such romantic love. But then, message come to your e-mail.
Have you ever though bout someone out there. He is searching for you. She is waiting for her prince. With a guidance from the heart. And when they meet, they heart will jump. Each of them will say, You are the One. You run out, want to reach to his/her as fast as you can. You came, you were there. But then, no voices out. Yet, you received a post-card with a beauty carving. It's said.
Feels the fated playing with you? Here is another message:
Please wait, I am preparing the best i could. Just wait
Have you ever feel that no one would come to see you? Sit right beside you, hear all of your story. Wiping all of your tears, laugh with you. Open a new world for you, walk side-by-side with you. Holding hands together. Then, days just passing you through. Every second in your life. You start to feel that, there is no one out there. OK, everyone just fine. Throwing hope, and giving yourself two option. Go single in your whole life or grab anyone to love you. But then again, a message come to your cell.
Wait over there, I am on my way. Just a little bit more.
Have you ever thought that it is too late to talk bout love? You become older and older in every second in your life. Become too busy to talk bout it. Slowly, your faith just fading. I am looking for a true love! You say. Like a fairytale, waiting for a prince with his white horse, finding princess to be saved from evil villain.But, nowadays, it's just a fairytale. You think. Start to believe, there is no such romantic love. But then, message come to your e-mail.
Yeah right, your love story won't be that sweet. It's sweeter than that.
Have you ever though bout someone out there. He is searching for you. She is waiting for her prince. With a guidance from the heart. And when they meet, they heart will jump. Each of them will say, You are the One. You run out, want to reach to his/her as fast as you can. You came, you were there. But then, no voices out. Yet, you received a post-card with a beauty carving. It's said.
No, he/she is not the one. I am the one.
Feels the fated playing with you? Here is another message:
I am preparing myself to meet you. I am preparing the greatest gift I could give for you. I know, you are restless because I feel the same. My heart is pounding, and then I am rushing to find you. Destroying all of the thing I have prepared, so I'll have to start a new one. I know I have to patience to find you. Like a prince that seek for Cinderella, only her feet could fit the shoe I brought. Only she, could fill that space. I can't force someone to wear it, it could broke. It won't fit someone else than her. As my heart, it won't fit to other else, except you. When the time comes, I'll shout out joy. Then, as the biggest present I can give to you. Like a prince that bring you to his castle, I'll bring you to my heart. Giving you the present that only I can give. Myself. It's our love story.
Langganan:
Postingan (Atom)